karena aku muak dengan burung di sarang penyamun

kosong.

melompong.

kopong.

resah.

dan gelisah tentu.

jiwa ini bagai gua tak bertuan.

gelap dan penuh misteri.

aku pun tak tau ada apa didalamnya.

sampa-sampai aku lelah dengan mencari.

aku tak suka kicauan burung.

yang terkadang berkicau tak penting.

yang tak membuat hari sejahterah.

dan membentuk buruk sejarah.

kau burung-burung malam tak tau diriku.

diam sajalah!

kungkung saja dirimu sendiri sarang penyamun!

karena aku muak.

muak!

kau manusia-manusia yang berdarah kandung.

pergi jauhlah.

karena kau tidak mengenalku,

dan ku tidak kenal kau.

jangan menilai diriku,

jika kau hanyalah bagian terluar hidupku meski nyatanya kau dibagian paling dalamnya.

tidak ingin ku berbuat dosa.

hanya berlari yang dapat ku buat.

karena hari-hariku sejahtera tanpa sangkarmu di dekatku.

enyah.

pergi…

jauh.

karena aku muak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s