maaf atas ketidaknyamananmu…

sore itu hujan rintik-rintik.

suara penyiar radio memenuhi mobilmu.

kemudian kau berkata.

perkataan yang membuatku kecewa.

ya… walau hanya sedikit.

kau berkata seperti tidak tahuu aku.

aku tahu, kau mengucapkanya dengan perlahan dan tentu tidak bermaksud menyatikiti hatiku.

tetapi, sungguh, kau berkata seperti tidak tahu aku.

kau menyuruhku untuk hanya menghubungimu melalui dunia maya saja.

jejaring sosial.

ah, apalah itu.

kau seakan tidak suka aku menghubungimu tepat kealat komunikasi genggammu.

kau tahu, apa pernah aku menghubungimu dengan hal-hal yang tidak penting?

apa pernah?

tidak aku rasa.

karena, aku pun tidak berniat untuk mengganggumu.

atau melewati batasan-batasanku.

kepentinganku jika menghubungimu hanya saat waktu terdesak.

jadi,

maafkan aku jika aku mengganggumu belakangan ini hanya untuk mengingatkanmu sesuatu,

yang kalau tidak diriku yang akan diambang resiko…

maaf sekali lagi atas ketidaknyamanmu saat aku menghubungimu.

toh, dalam waktu kedepan ini kita akan jarang bertegur sapa.

…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s