Tombol

ini aku, semoga kau masih ingat. aku yang mendambakanmu. aku juga yang tergila-gila padamu. sampai aku tahu ternyata batas gila dan waras tipis adanya karena cinta. dan akulah yang pernah mengira-ngira waktu ini akan datang. dimana aku akan tertegun. menantang masa lalu di hadapanku. lirihku nyanyikan lagu kita. lagu yang sering kita nyanyikan bersama waktu itu. kembali ku buka berlembar-lembar kalimat mati yang tidak pernah kau ketahui keberadaannya. mengenang setiap inci perjalanan, perjuangan, ketabahan dan tetes air mataku.

sekarang aku tahu. dirimu yang hanya satu didunia ini mampu membuatku untuk merangkai jutaan kata. menjadi ribuan kalimat dengan banyak sekali huruf-huruf. setiap hari, rasanya tidak habis-habisnya aku menggali dirimu. menggali perasaanku tentang dirimu. hingga sampai akhirnya, terangkailah tulisan-tulisan yang mungkin tidak pernah kau baca. sungguh ajaib.

pernah juga aku sadari. saat kau tak bersamaku, disaat itulah perasaanku sungguh nyata. entah perasaan apa ini. yang jelas, selalu menyangkut kau didalamnya. kau kekasih impianku, sang pemberi inspirasi tanpa batas. namun, saat kau disampingku. semua normal. tidak ada cinta. hanya logika. kita dekat, entah hal mutual apa yang membuat kita sedekat ini. saat kau disampingku, tidak ada dongeng. hanya realitas yang aku hadapi. namun sungguh tidak ada rasa sesal disana. karena aku nyaman seperti ini. semoga kau juga begitu. biarlah kau menjadi inspirasiku, tanpa ada kau disampingku. karena bayang-bayang tentangmu sudah memberikan banyak untukku.

kalau saja hidup tidak ber-evolusi. waktu tidak berjalan. jam tidak berdetik. aku akan senang jika semua membeku. kau, dan aku. bersama kita abadikan satu waktu. cukup satu. bersama kau, dan aku. merangkai satu kisah. mengalahkan romeo dan juliet. membentuk karakter mendunia baru bernama kau, dan aku.

aku mengambil waktu lama untuk melakukan ini. menoleh kebelakang. menekan tombol tunda pada hidupku yang sekarang. dan menekan tombol mulai pada masa lalu-ku denganmu. sejarah. aku telah menyejarahi kamu. namun, bagaimanapun. sejarah tetap saja bergantung dengan hat-hati diatas sana. bagai awan mendung yang siap memuntahkah hujan kapanpun. sekarang, aku sedang menghitung berapa banyak pengalaman nyata yang kita alami. tigak tahun. tiga puluh delapan bulan. seribu seratus empat puluh hari. dua puluh tujuh ribu tiga ratus enam puluh jam. satu juta enam ratus ribu empat pulih satu enam ratus menit. sembilan puluh delapan juta empat ratus sembilan pulih enam ribu detik. kira-kira sebanyak itulah aku habis untuk menyayangimu waktu itu. menunggumu. mengharapkanmu. menantimu. memujamu. menyanjungmu. dan kadang-kadang kita habiskan bersama-sama. indah, sungguh indah.

mungkin saja, aku lebih senang dengan bayanganmu di otakku. yang selalu berputar setiap malam menjemput. kau yang aku reka dan aku cipta. perpisahan itu adalah perpisahan paling sepi. tanpa ada peluk, cium, kata-kata atau jejak langkah yang menjauh tanda semua berakhir. betapa sedihnya perpisahan sendiri itu.

kini, aku menekan tombol berhenti, bukan lagi tunda, pada hidup masa lalu itu. dan ku tekan kembali tombol mulai. karena hidupku sekarang adalah kenyataannya. kenyataan tiada kau didalamnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s