Sendiriku

      sebelumnya, sendiri tidak pernah menjadi hal yang begitu mengganggu. hingga waktu yang perlahan tunjukkan hambarnya eksistensi kata “sendiri” dalam hidupku. ketika hati ini serasa dicengkram sepi, dan dicekam sunyi. kemana lagi kan ku teriakkan rasa ini. aku rindukan sesuatu, inginkan sesuatu, namun aku sendiri tidak tahu apa itu.

      seperti ketika kita ingin memeluk angin. tidak tahu dimana keberadaannya, dan tidak tahu bagaimana bentuknya, juga tidak mengerti caranya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s