Mendengarkah Kamu, Cinta?

dengarkanlah aku

apa cuaca mu hari ini?
aku senja dan tak berawan
sepi
meski banyak kawanan burung hilir mudik
senyap yang tetap aku rasakan
dan aku duduk manis disini sendiri
termangu bersama sang waktu
menanti nasib tuk datang menghampiri
mendengarkah kamu, dalam diamku ini
aku paling banyak mengeluarkan suara
suara yang berasal dari dalam
yang hanya nurani dapat pahami
bahasa air mata yang perlahan membunuh mimpiku
dimanakah sang mentari, yang dapat hangatkan dinginnya jiwa ini
aku lelah berdiskusi dengan angin
mengendus wewangian bunga yang ternyata semu
mengamini berbaris-baris kalimat peneguh hati
yang belakangan aku tahu semua hanya mengalir mubazir
memanjatkan berbait-bait doa yang kemudian terucap percuma
dan menyanyikan banyak melodi cinta tapi semua sia-sia
aku ingin hatiku bermuara disuatu samudera
merasakan indahnya disambut pelangi
dan direngkuh semesta dengan hembus hangat nafasnya ditengkukku
aku yang duduk manis berdiam disini
yang mendamba untuk mengalami

mendengarkah kamu, cinta?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s