Sekuat Tenagaku


sekuat tenaga aku mencari, setelah yang satu itu pergi entah kemana. sekuat tenaga ku memulai, aku menuliskannya lagi, mulai merasakannya lagi. aku pikir ini akan sekuat yang dulu. aku pikir yang ini akan sekokoh yang dulu. aku pikir yang ini akan selama yang dulu. aku pikir yang ini akan seindah yang dulu. aku pikir yang ini akan penuh dengan materi pelajaran hidup seperti dulu. tapi aku salah. dia tidak sekuat itu, tidak sekokoh dan selama yang dulu. dia tidak indah dan penuh makna seperti dulu. aku mencari, sekuat tenaga aku mencari. aku merasa, sekuat tenaga aku merasa. walau terkadang aku mencari-cari apa yang aku rasa. sekuat tenaga ku yakini diriku, dan orang-orang sekitarku, bahwa ini saatnya yang baru datang. tapi maaf, hatiku tak sekuat itu untuk terus berbohong. hatiku tak sekuat itu untuk mencari-cari rasa itu. yang datang secuil, hanya tuk bohongi aku, kemudian dia pergi lagi. meninggalkan rasa gamang itu lagi. membiarkan aku mengecap sepi lagi. aku mohon, aku ingin yang benar. benar ada, benar untukku, benar rasanya. bukan hanya sedikit kemudian menghilang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s