Kau Memang Untukku

Ketika malam datang. Aku bersimpuh dilututku. Merapal doa tiada putus-putusnya untuk kekasih hatiku. Aku mau kau merasa apa yang aku rasa. Aku mau kau lihat apa yang aku lihat. Aku mau hati kita terpaut dan tidak pernah akan ada yang memisahkannya selain maut. Ketika malam datang. Aku menitikan air mata. Berucap janji hati sendiri. Aku akan menyayangimu. Aku akan menjagamu. Aku akan mencintaimu. Aku akan mendampingimu lewati semuanya. Aku akan terus berada disampingmu. Sepanjang nafasku berhembus, selama aku masih mampu berdoa. Ketika malam datang. Aku tau kamu ada untukku, hidup dibawah rembulan yang sama, merasa malam yang sama. Aku tau kamu ada untukku, tinggal dibawah kolong langit yang sama, dan melihat sinar bintang yang sama. Aku tau, aku percaya, kamu memang terlahir untukku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s