Andaikan.

dia berdiri disana. ditengah keramaian dengan sinar lampu meneranginya dari atas. kemegahan mengitarinya. kebahagiaan menghujaninya. kepopuleran mengikuitnya. sulit untuk aku mengikutinya. tapi dia berdiri disana dengan hati yang kosong dan berpura-pura. andai saja ia tahu ada aku disini. aku yang menyadari kehampaan di setiap derai tawanya. aku yang menyadari kepedihan dari lawakannya. aku yang menyadari kesedihan di tengah candanya. andai saja ia tahu bahwa ia tak perlu mencari cinta tulus sebegitu jauhnya. andai ia tahu bahwa yang ia perlukan hanya menoleh. dan ia kan temukan aku disana, memegang sebongkah cinta untuknya. siap menerimanya. andai saja ia tahu ia tak perlu sebegitu menderitanya hanya karena kekosongan. karena ada aku disini, andai saja dia melihatku. andai dia tak menyianyiakan kobar api menyala untuknya. menjulurkan lidah panasnya menawarkan keajaiban cinta. andai saja ia tak memadamkannya dengan air sedikit demi sedikit. andai ia tahu apa yang sedang ia lakukan terhadap hati ini.

andai saja dia tahu semuanya saat itu dan menyadarinya lebih awal. dan menerimanya.
apa semua akan berbeda dari saat ini?

andai saja… waktu berjalan sedemikian lambat. akan ku tahan rasa itu untukmu, tanpa perlu melihatnya berjalan perlahan dan menjauh. lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s