Ketika Ia Tak Baik-Baik Saja

hati yang tegar, meski sering kali bergetar namun ia tetap berdetak
langkahku yang tegap, meski tak jarang ia gontai tapi tetap ia bergerak
air mata yang bersembunyi, disimpan rapih oleh sanubari
senyum yang merekah, meski terkadang itu palsu ia tetap menyebar senang
kesendiriannya membuat ia teguh, kesendiriannya membuat ia biasa
siapa yang tahu, ketika malam turun, ia bersimpuh dan berlutut
memohon peluk Sang Kuasa, karna ia sudah tak kuasa
hati itu layu, langkah itu terseret, air mata itu berlinang, senyum itu menghilang
siapa yang tahu, siapa yang peduli, ketika ia memakai topeng
bukan untuk dirinya, untuk mereka yang menganggap ia baik-baik saja…

*dari gerimis satu Januari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s