Ketika Hujan Turun

ketika hujan datang menyapa ia enggan membalas. dia yang kosong dan takut. entah mengapa itu menjadi hal yang sulit dijelaskan. sejak kapan ia menangis sendiri? tanpa ada yang mengetahui. cukup pintar dia bersandiwara, sampai lupa mana yang realita. ketika hujan datang menghampiri, dia pergi ke dalam. bersembunyi dengan aman. ia takut kebasahan dan sulit kembali kering. kemudian dia pergi, entah kemana. meninggalkan semua yang dia punya. tanpa peduli apa yang ia rasa. karena semuanya mungkin tak penting lagi baginya. kecuali rasa kosong yang ia rasa. mungkin itu akan jauh lebih aman. dari pada terguyur hujan yang salah. karena bisa-bisa, hujan itu bukan hujan air. tapi hujan asam yang mematikan. lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s