Musuh Bernama Harapan

dia datang lagi. seseorang yang punya potensi. tapi terlambat. aku sudah terlanjur takut. takut akan dia yang bernama harapan. aku lelah. aku lelah ketika nanti aku berharap, lantas aku berjuang, mempercayai sesuatu yang aku tahu tidak pasti, kemudian aku dihempaskannya, dicampakkan oleh harapan itu sendiri. begitu saja. serasa terhina. mudah bagi dia mempermainkanku, seperti aku ini bukan manusia yang tidak punya hati. pernah kau lelah dalam menanti? kalau orang lain lelah dalam pencaharian, aku lelah dalam menanti, apa lagi yang tidak pasti. yang berlari dalam pencaharian itu mereka masih melihat kenyataan pahit yang berwujud utuh, tapi bagi yang lelah dalam penantian ia bahkan tak dapat melihat wujudnya. sedih, bukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s