Pada Lorong Waktu

Pada lorong waktu aku bertanya, “kemana dirinya?”. Lama aku melamun, terpekur oleh bayang wajahmu yang aku rindu. Aku diayun ketiadaan. Setiap hari aku belajar melangkah, satu-satu, tanpa dirimu. Aku berada pada lembah keterasingan, dimana kau angin penyejuk hatiku? Entah ini nyata atau semu, tapi aku berada pada labirin hatimu. Mengibarkan bendera kegelisahan. Pada lorong waktu aku bertanya, “dimana dirinya?”. “Aku terjepit waktu. maaf.” Ku dengar kau mejawab dari ujung yang berbeda.

Lantas apa yang bisa aku perbuat lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s