Dia

Dia handal dalam urusan tatap menatap karena melalui matanya yang bersinar indah, dia mampu merayuku tanpa harus berkata-kata.

Dia jagonya dalam urusan mendekap. Kala hujan duka turun dan aku basah kuyub, dalam pelukannya yang hangat aku merasa nyaman dan teduh.

Dia mahir dalam memainkan nada. Petikan dawainya menenangkan sampai ke kalbu, suaranya adalah getaran yang masuk ke gendang telingaku yang paling menenangkan. Dan tentunya, selalu aku rindukan.

Dia pintar dalam berkata-kata. Setiap ucapannya membuat aku lebih teguh lagi, terus mencoba tegap berdiri meski berulang-ulang jatuh terjerembap. Tutur katanya selalu membawa semangat dan perenungan baru untukku.

Dia jago menjadi jagoanku. Saat aku letih, dia yang jago menenangkanku. Saat aku bosan, dia yang jago menghiburku. Saat aku hanya ingin diam dan beristirahat, dekapnya selalu jago membuat kehangatan yang menjalar kedalam hatiku.

Dia selalu mampu membuat aku tersenyum. Dia jagonya! Dia andalanku! Dia paling pintar buatku begitu! Disaat dia memanggil namaku manja, aku selalu tergoda untuk membawanya kedalam pelukku. Kamu idolaku. Kamu, paling bisa!

Dia adalah suka, duka, sedih, senang, pagi, siang, sore, dan malamku. Aku tidak pernah tidak ada waktu untuk memikirkannya setiap hari.

Sayang, apa adanya kamu lengkapi aku.
Sayang kamu selalu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s