Ketika Rumahmu Bukan Lagi Rumahmu

ketika kamu hanya merasa sendiri, bahkan di rumahmu sendiri. ketika rumah menjadi pilihan terakhir, bukan karena itu memang pilihan terakhir, tapi karena memang tidak ada pilihan lain. kamu merasa terperangkap oleh keadaan, takdir bahkan meninggalkanmu, mujizat mengkhianatimu. ketika kamu merasa seperti tinggal di tempat asing, yang tidak kamu kenal, tidak pernah kamu kunjungi sebelumnya. ketika rumahmu bukan lagi rumahmu, ketika rumah hanya menjadi tempat tidur saat malam. seperti hotel yang kamu tiduri semalam, dan kamu tinggal saat pagi. ketika kamu tidak lagi mengenal isinya. bukan, bukan soal perabotnya, tapi soal jiwa di dalamnya. ketika rumah terasa kosong, melompong. ketika kamu lebih baik pergi ke tempat lain dari pada pulang ke rumah. ketika kamu lelah, rumahmu bukan lagi jadi penenang tapi jadi penendang. menendang kepalamu hingga terasa pening, menendang hatimu hingga terluka. ketika rumahmu bukan lagi rumahmu, dan kamu tidak ada pilihan lain selain tetap tinggal dan menjadi pembunuh berdarah dingin terhadap dirimu sendiri. perlahan membuat hatimu dingin kemudian mati. ketika rumahmu bukan lagi rumahmu, dan kamu hanya ingin pergi.

2 thoughts on “Ketika Rumahmu Bukan Lagi Rumahmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s